#FYI: Pengertian Apa itu Otaku dan Perkembangannya Hingga Saat ini

Otaku Live

Secara umum Otaku berarti orang yang sangat menggemari atau menekuni hobi mereka khususnya hal –  hal berbau hiburan seperti anime, manga dan game.

Di Indonesia sendiri Otaku lebih identik dengan orang – orang yang menggemari anime dan manga. Tapi sebenarnya saat ini istitalah Otaku sudah sangat luas tidak hanya seputar anime, manga, game ataupun hal berbau pop kultur lainnya.

Itulah pengertian Otaku tapi untuk lebih jelasnya, mari kita bahas!

Asal Mula Otaku

Otaku Live

Kata Otaku berasal dari sebuah istilah bahasa Jepang yang merujuk kepada rumah atau keluarga orang lain (お宅/御宅, otaku). Kata ini sering digunakan untuk kata ganti orang kedua, Bentuk slang modern dari otaku ditulis sepenuhnya dengan aksara hiragana (おたく) atau katakana (オタク, atau yang lebih jarang, ヲタク) untuk membedakan dengan makna terdahulunya. Istilah ini kemungkinan berasal dari percakapan antar penggemar anime yang selalu menyapa lawan bicara dengan sebutan Otaku atau kata ganti “kamu” (orang yang menyukai anime), Wikipedia.

Istilah Otaku lebih identik mengarah kepada penyuka anime karena pada awalnya juga digunakan oleh mereka untuk menyapa lawan bicaranya.

Sejarah Otaku

Otaku no Video
YOUMEX/GAINAX

Pada bulan Juni 1983, Media massa radio Nippon Brodcasting System pada acara radio Young Paradise pertama kali menggunakan istilah Otaku dengan mengangkat segmen dengan judul Otakuzoku no jittai yang berarti Situasi kalangan Otaku.

Pada perkembangan selanjutnya sebutan ini kemudian disematkan kepada pria lajang yang menggemari anime, manga, game, ataupun idol.

Makanya, jika menonton anime mayoritas kalangan ini seringkali digambarkan tidak memiliki pasangan karena terlalu fokus pada hobinya.

Otaku juga identik dengan sebutan Akiba Kei yang digunakan untuk laki-laki yang memiliki selera buruk dalam berpakaian karena daripada membeli baju yang bagus mereka lebih cenderung membelikan uangnya untuk Action Figure, Game, DVD Anime dan barang hobi lainnya. Kata Akiba sendiri merujuk kepada tempat bernama Akihabara yang mana merupakan tempat membeli barang tersebut.

Sering kali juga komunitas pencinta anime digambarkan negatif karena orang-orang pada umumnya memandang kalangan ini kebiasaannya aneh karena beda dengan orang lain pada umumnya. Mungkin karena munculnya orang-orang Nijikon ataupun Chunninbyou.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, penyebutan kata Otaku tidak hanya mengarah kepada penyuka anime dan game tapi juga kepada  orang yang addict terhadap hobi lainnya seperti robot, kebudayaan jepang, cosplay, teknologi, dan sebagainya.

Selanjutnya muncul juga kalangan lain seperti Weaboo/Wibu, Hikkikomori/NEET, hingga Otamega yang berkembang dari Otaku itu sendiri.

Lalu seperti apakah Otaku di Indonesia sendiri?

Pengaruh Otaku di Indonesia

Event Otaku di Indonesia

Jika di jepang Otaku lebih identik dengan hal negatif dan orang – orang banyak yang menyembunyikan status ke-otakuannya, berbeda dengan Indonesia karena banyak orang yang bangga menjadi seorang Otaku dan biasanya mereka menjadi pakar rekomendasi anime bagi orang – orang yang baru mengenal anime.

Tapi berbeda dengan wibu, Meskipun ada beberapa orang yang bangga dengan sebutan ini tapi ada juga yang merasa terhina karena dipanggil wibu.

Dalam kegaiatan sehari-harinya, Otaku Indonesia tidak berbeda jauh dengan yang ada di Jepang. Mereka lebih sering berkumpul dan membicarakan hal mereka sukai dengan sesama penghobi.

Tergantung tingkatannya, Di Indonesia ada Otaku biasa yang hidup normal, ada yang tidak sadar bahwa dirinya Otaku, ada yang menganggap bukan Otaku padahal menyukai hal-hal berbau anime dan manga.

Yaa sama seperti di Jepang pada umumnya tapi masyarakat di Indonesia tidak terlalu ekstrim dengan menganggap negatif kalangan ini dan menajuhinya.

Stasiun TV dan penerbit buka menjadi pihak yang andil dalam penyebaran konten anime dan manga. Walaupun secara tidak sengaja, Dari sinilah awalnya para Otaku bisa ada.

Tidak ada salahnya menggeluti suatu hobi selama tidak merugikan orang lain maka kita bebas menyukai apapun. Tapi jangan sampai menjauh dari kehidupan sosial (nolep) karena akan ada saatnya kita membutuhkan orang lain.


Bagaimana pandanganmu tentang Otaku?

Artikel Menarik Lainnya
Total
4
Share