9 Alasan Kenapa Boruto Lebih Buruk Dari Naruto

Boruto Sudah Besar

Setelah tamatnya animaga Naruto Shippuden pada 2015 yang lalu, hadir animanga Boruto: Naruto Next Generations yang menceritakan tentang Boruto anak dari Naruto di era perdamaian.

Banyak yang berekspektasi Boruto dapat menjadi suksesor Naruto tapi nyatanya setelah 100 lebih episodenya tayang kualitasnya tidak membaik dan malah membuat animanga Boruto ini lebih buruk dari ayahnya, Naruto.

9 Alasan Kenapa Boruto Lebih Buruk Dari Naruto

1. Tidak ditulis langsung oleh Masashi Kishimoto

Masashi Kishimoto

Masihkah kalian ingat betapa epicnya cerita di animanga Naruto? Dibalik ceritanya tersebut ada sosok jenis sang pengarang bernama Masashi Kishimoto.

Setelah dia memutuskan untuk mengakhiri cerita Naruto, dia fokus mengerjakan projek baru berjudul Samurai 8: Hachimarunden dan menyerahkan cerita pada animanga boruto kepada asistennya Mike Ikemoto dan Ukyo Kodachi.

Walaupun belasan tahun bersama, tentunya setiap orang memiliki visi yang berbeda-beda.

Faktor pengarang ini merupakan faktor paling kuat yang mempengaruhi penurunan kualitas animanga Boruto dibandingkan dengan Naruto.

2. Adegan actionnya kurang

Boruto vs Naruto

Sampai 100 lebih episode Boruto apakah kalian sering menyaksiakan adengan pertarungan/action yang bagus?

Tidak bukan?

Memang adegan action saja tidak akan banyak berpengaruh jika ceritanya tidak bagus.

Tapi jika dibandingkan dengan animanga Naruto yang diawal episode langsung dihadapkan dengan villain hebat seperti Haku dan Zabuza, Boruto jelas masih kalah jauh.

Banyak yang tertipu karena melihat adegan konoha hancur dan berekspektasi animanga ini bisa lebih bagus dari Naruto tapi sampai saat ini masih belum ada perkembangan yang signifikan.

3. Keluar dari genre aslinya

Boruto vs Hanabi

Jika melihat animanga Boruto di situs seperti myanimelist dan otakotaku, disana jelas dijelaskan jika animanga ini bergenre Action, Adventur, Martial Arts tapi apakah kalian merasakan Boruto memang bergenre seperti itu?

Saya sendiri merasa tidak, memang ada pertarungan yang epic pada arc ujian chunnin ataupun saat melawan Otsutsuki.

Tapi, terlepas dari hal tersebut tidak banyak scene yang sesuai dengan genre yang dituliskan.

Ceritanya terasa seperti animanga bergenre slice of life yang dibumbui sedikit adegan action.

4. Cerita terlalu lambat dan terlalu banyak filler

Keluarga Boruto

Tidak bisa dipungkiri memang pada animanga Naruto banyak mengandung filler tapi yang saya rasakan beberapa fillernya memang layak untuk ditonton seperti menceritakan masa lalu hokage pertama ataupun menceritakan tentang kelahiran Naruto.

Namun, jika melihat filler yang ada di Boruto lebih terkesan seperti menjadi episode pengisi sambil menunggu versi manganya lebih jauh dari animenya.

Tidak banyak filler yang menguak misteri atau teori fans di animanga Boruto.

5. Kemajuan teknologi yang terlalu pesat

Teknologi Ninja Boruto

Menurut kalian apakah dengan majunya teknologi di anime ini berdampak positif terhadap ceritanya?

Bagi saya tidak, dan malah lebih seperti membuat plote hole saja.

Di animanga Naruto butuh latihan keras untuk menguasai jutsu berbeda dengan Boruto yang sudah terdapat alat untuk menggunakan ninjutsu tanpa harus latihan.

Jika dihitung, padahal perbedaan waktu dari generasi Naruto ke Boruto tidak sampai 30 tahun tapi teknologinya sudah kelewatan canggih.

Seperti sudah terdapat kereta listrik, telepon, videogame. televisi tapi anehnya tidak ada mobil dan para ninja alih-alih memanfaatkan kereta malah menjalankan misi dengan berjalan.

Kesan ninja yang menjadi pilar penting cerita pada animanga ini seperti menghilang terhisap oleh kemajuan teknologi.

6. Karakter boruto yang terlalu mencolok

Boruto Kampang

Jika diperhatikan di animanga ini apapun pasti ada sangkut pautnya dengan Boruto sekalipun itu bukan urusannya.

Dalam melakukan apapun pasti mengaitkannya dengan Boruto. Seperti para karakter yang selalu mengingat Boruto pada setiap adegan.

Lebih lebaynya lagi ..

Karakter Mitsuki yang menganggap Boruto sebagai mataharinya tanpa ada penjelasan lebih lanjut dan hasilnya banyak yang mengiri kalau Mitsuki adalah karakter LGBT.

Memang benar Naruto dulu juga mencolok tapi tidak separah Boruto lho.

Karakter lain punya porsinya dan ceritanya sendiri di animanga Naruto berbeda dengan Boruto yang seolah-olah karakter lain ada untuk Boruto.

Boruto memang karakter utama tapi jika dibuat terlalu mencolok daripada membuat kualitasnya lebih baik malah akan membuat animanga ini sama buruknya dengan anime Kenja no Mago.

7. Terlalu bergantung pada karakter era Naruto

Keluarga Nara

Maksud bergantung yang saya maksud bukan berarti karakter di animanga tidak memiliki kekuatan.

Justru sebaliknya …

Maksudnya yang saya beri perhatian ini adalah pada pengembangan karakternya. Anak-anak para shinobi di era Naruto seakan-akan tidak memiliki sifat sendiri. Mereka lebih mirip seperti orang tuanya diwaktu kecil.

Begitupun dengan desain karakternya. Tapi di sisi lain, akan lebih bagus jika setiap karakter memiliki sifat yang berlawanan dengan orang tuanya. Contohnya Choucho yang memiliki badan sama seperti Ayahnya Chouji tapi sifatnya lebih mirip dengan Ibunya Karui.

Andai saja karakter seperti Shikadai memiliki sifat berbeda dengan ayahnya, pastinya pengembangan karakternya bisa lebih menarik dan tidak terlalu mirip atau bergantung pada animanga Naruto.

8. Musuh yang tidak menarik

Cekikan Urashiki

Musuh atau villain yang selama ini muncul pada animanga Boruto hanya terkesan seperti musuh yang numpang lewat lalu dikalahkan oleh karakter utama dan menghilang.

Memang membosankan jika begitu terus.

Berbeda dengan hal nya musuh di Naruto yang memiliki latar belakang, cerita dan alasan dari setiap perbuatannya.

9. Boruto terlalu overpower

Kombinasi Naruto dan Boruto

Boruto memang tidak bisa menang jika tidak dibantu oleh teman-temannya.

Tapi anehnya …

selalu ada kekuatan yang bisa membuat musuh tiba-tiba kalah padahal sebelumnya musuhnya terlalu kuat sekalipun bertarung dengan Jonin.

Contohnya pada arc time travel Sasuke yang terkenal kuat dan pernah membunuh Danzo terbully oleh Urashiki.

Urashiki memang kuat tapi anehnya dia malah kalah oleh serangan biasa dari kombinasi Boruto dan Naruto setelah bisa mengalahkan shinobi kuat sekelas Sasuke.


Terlepas dari banyaknya kekurangan animanga Boruto: Naruto Next Generations, animanga ini masih worth it untuk ditonton terutama bagi para fanboy Naruto.

Saya hanya meberikan kritik bukan bermaksud menghina. Jika tidak setuju dengan pendapat saya silahkan tuliskan di kolom komentar.

Tapi …

Dengan alasan yang berdasarakan fakta tanpa saling menghina.

Selera orang – orang memang berbeda wajar saja bila pandangan saya berbeda dengan kalian para pembaca.

Semoga saja animanga Boruto bisa memberikan cerita-cerita yang lebih bagus dari sebelumnya di chapter/episode berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Loading…