Kata Chuunibyou mungkin sudah tidak asing lagi bagi para penyuka anime asal Jepang. Tapi mungkin asing bagi kamu yang bukan merupakan seorang penggemar anime Jepang yang fanatik. Tetapi kata “Chuunibyou” ini pernah digunakan menjadi sebuah judul anime. Misalnya saja judul anime tersebut adalah “Chuunibyou demo Koi ga Shitai”.
Lalu apa sih Chuunibyou itu? Apa sih ciri – ciri dari Chuunibyou itu? Apa hubungannya dengan anime yang sering ditonton para penggemar anime tersebut? Kebetulan di artikel yang kali ini, kami pun akan membahas semuanya secara satu per satu. Maka dari itu, simak tulisan kali ini hingga akhir ya !
Serba-serbi Chuunibyou
Apa yang dimaksud dengan Chuunibyou?

Chuunibyou adalah istilah slang dalam bahasa Jepang yang memiliki arti “Sindrom Tahun Kedua Sekolah Menengah”. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan perilaku delusional khususnya berpikir bahwa seorang pengidap sindrom ini memiliki kekuatan khusus yang tidak dimiliki orang lain. Umumnya, hal ini dipengaruhi tontonan anime, dsb.
Asal – Usul Kata Chuunibyou
Kata Chuunibyou dinamakan demikian karena memiliki sebuah makna. Yaitu yang dimaksud dari makna kata Chuunibyou adalah terdiri dari dua kata. Kata – kata yang dimaksud adalah sebuah kata “Chuu Ni” dan “Byou”
Kata “Chuu Ni” Diambil dari kata “Chuu” + “Ni”. Kata “Chuu” memiliki arti dalam bahasa Indonesia “Pelajar SMP” dan kata “Ni” memiliki arti bahasa Indonesia “Dua”.
Sedangkan kata “Byou” berasal dari kata “Byouin”. Kata “Byou” dapat diartikan sebagai sebuah penyakit atau sebuah sindrom. Nah dari beberapa kata itulah sebuah kata “Chuunibyou” terbentuk.
Awal mula istilah chuunibyou muncul oleh Hikaru Ijuin, seorang penyiar radio. Hikaru Ijuin dianggap sebagai orang yang pertama kali menggunakan istilah ini.
Pada program radionya, Hikaru Ijuin’s UP’S episode November 1999, ia mengatakan “Saya sendiri mengontrak chuunibyou”. Hikaru kemudian membuka acaranya dengan judul “Apakah saya sakit? Oh, itu hanya Chuunibyou” yang dimaksud kasus orang yang memanifestasikan chuunibyou.
Hikaru Ijuin mengartikan chuunibyou sebagai hal-hal yang biasanya dilakukan orang selama tahun kedua mereka di sekolah menengah. Istilah ini cepat merebak di internet dan berevolusi menjadi banyak versi seperti kounibyou, “sindrom sekolah menengah atas tahun kedua” dan shounibyou, “sindrom sekolah dasar tahun kedua”.
Ijuin kemudian membuat posting di Twitter bahwa dia kehilangan minatnya pada istilah tersebut: “Saya tidak tertarik lagi dengan kata ini karena telah kehilangan makna aslinya sejak saya pertama kali menggambarkannya”.
Tipe-tipe Chuunibyou
Menurut Chuunibyou User Manual ada empat tipe sebagai berikut:
1. DQN
DQN adalah chunibyou yang berpura-pura menjadi berandalan atau antisosial padahal bukan sifat aslinya. Selain itu, berperilaku membuat-buat cerita tentang kebiasaan antisosial atau kehidupan geng. contohnya seperti “Saya memiliki banyak perkelahian geng”.
2. Subcultural/Hipster
Sering menghindari segala sesuatu yang mainstream dan memiliki preferensi yang berat terhadap “hal-hal yang hanya disukai sedikit orang” dan menjadikan diri mereka istimewa. Orang-orang tipe ini tidak terlalu mencintai subkultur itu sendiri melainkan berusaha untuk mendapatkan faktor “keren” dengan tidak memiliki minat yang sama dengan orang lain.
3. Evil Eye
Mengagumi kekuatan supranatural atau mistik dan berpura-pura seakan-akan bahwa dia memiliki kekuatan tersembunyi di dalamnya. Sifat inilah yang mereka buat alias khusus untuk kekuatan tersebut. Ini juga dikenal sebagai tipe delusi.
4. Denpa/Denpa-Kei
Untuk individu yang terputus atau terpisah dari orang-orang di sekitar mereka.
Bagaimana sebuah perspektif Psikologi mengenai Chuunibyou?

Identifikasi dari para psikolog mengatakan, hal ini bisa saji karena kekaguman akan sesuatu yang sangat berlebihan. Mereka ( para pengidap Chuunibyou ) mungkin saja tidak hanya berimajinasi akan sebuah kekuatan supranatural, tetapi bisa saja mereka meniru sebuah penampilan fisik, sikap , kepribadian , atau bahkan lainnya.
Kebanyakan mereka meniru orang atau sebuah karakter yang disukai karena ingin menjadi sosok idolanya. Biasanya mereka meniru sebuah tokoh atau pemain sebuah film, atau bahkan karakter dari sebuah anime atau video game yang mereka anggap hebat dan keren. Sehingga hal itulah yang menyebabkan terpicunya sindrom “Chuunibyou.”
Nah itulah penjelasan singkat mengenai sebuah sindrom “Chuunibyou” yang ada di dalam anime. Mungkin bisa dibilang sedikit aneh bagi kamu yang masih asing atau yang belum terbiasa dengan kata – kata atau kebiasaan tersebut.
Tetapi hal itu bisa menjadi sangat lumrah apabila kamu telah mengerti dari beberapa sudut pandang atau perspektif. Memang terkadang kita memerlukan beberapa sudut pandang yang berbeda untuk mengerti berbagai macam suasana kehidupan yang ada.
Sekian dulu artikel kali ini, semoga artikel kali ini bermanfaat ya !